BALIKPAPAN — Warga RT 08, Jalan Traktor VI, Balikpapan Timur, kini tak lagi bergantung pada air sungai saat kemarau melanda. Program TNI AD Manunggal Air yang digagas Presiden Prabowo Subianto dan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) menghadirkan sumur bor yang langsung dimanfaatkan masyarakat setempat.
Hermawati, salah seorang warga RT 08, mengaku bantuan ini sangat berarti. Sebelumnya, saat musim kemarau tiba, dirinya dan tetangga harus berjalan ke sungai untuk mengambil air.
"Kalau musim kemarau, kami sebelumnya menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari. Kami mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan sumur bor ini," ujarnya saat Pangdam VI Mulawarman meninjau lokasi, baru-baru ini.
Program 179 Titik Sumur Bor di Kaltim dan Kaltara
Mayjen TNI Krido Pramono menjelaskan, pembangunan sumur bor ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan wujud kehadiran negara di tengah masyarakat. Selama delapan bulan menjabat, ia menegaskan komitmennya menjalankan instruksi langsung dari pemerintah pusat.
"Berdasarkan program Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan program TNI Angkatan Darat yang dimotori Kasad, kami langsung melaksanakan berbagai pembangunan," kata Krido.
Data dari Kodam VI Mulawarman mencatat, total 179 titik sumur bor telah dibangun di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Dari jumlah itu, 113 titik berada di Kalimantan Timur dengan rincian 11 titik di antaranya tersebar di Kota Balikpapan.
Bukan Hanya Air Bersih, Jembatan Juga Dibangun
Program TNI AD Manunggal Air ternyata tidak berhenti pada pengeboran. Pangdam menyebut pihaknya juga mengerjakan sejumlah infrastruktur penunjang lain, seperti jembatan beton, jembatan perintis, hingga jembatan Aramco di beberapa titik di wilayah Kodam VI Mulawarman.
Krido berharap fasilitas air yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal. Air dari sumur bor ini bisa digunakan untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Bahkan, setelah melalui pengolahan yang baik, air tersebut juga layak untuk dikonsumsi.
"Semoga dengan adanya air ini dapat dimanfaatkan untuk kepentingan sehari-hari. Semua ini merupakan bagian dari tugas kita bersama dalam menjalankan program pemerintah," tuturnya.
Rp 50 Juta untuk Pembangunan Masjid
Kunjungan Pangdam kali ini tidak hanya soal air. Ia juga menerima aspirasi warga RT 08 yang tengah membangun masjid secara swadaya dan gotong royong. Rita, warga setempat, menyampaikan pembangunan rumah ibadah itu masih membutuhkan dukungan dana.
Menanggapi hal itu, Krido langsung memberikan bantuan pribadi sebesar Rp 50 juta untuk melanjutkan pembangunan masjid. "Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat digunakan untuk melanjutkan pembangunan masjid," ujarnya.
Kehadiran sumur bor dan bantuan dana ini menjadi contoh nyata bagaimana kebutuhan dasar masyarakat yang diperhatikan dapat mempererat hubungan antara aparat dan warga. Di tengah hiruk-pikuk pembangunan kota, perhatian sederhana seperti air yang mengalir dan uluran tangan untuk rumah ibadah justru menjadi fondasi gotong royong yang kuat.