SUARARAKYAT.CO — KM Nggapulu adalah kapal penumpang milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) yang dibangun pada 2002 dengan kapasitas 2.130 orang. Kapal bertipe 2.000 pax ini melayani sejumlah rute di kawasan timur Indonesia, termasuk Sulawesi dan Maluku.
KM Nggapulu termasuk armada PT PELNI yang aktif melayani penumpang pada Sabtu, 19 September 2026. Kapal ini menyandang nomor IMO 9226499 dan tercatat sebagai kapal tipe 2.000 pax.
Dengan kapasitas 2.130 penumpang, KM Nggapulu menjadi salah satu armada berkapasitas besar yang dioperasikan PELNI di kawasan timur Indonesia. Bobotnya mencapai 14.685 GT dengan panjang 146,5 meter.
Jejak Pembuatan di Galangan Jerman
KM Nggapulu dibangun pada 2002 di Meyer Werft, Papenburg, Jerman. Galangan tersebut dikenal sebagai salah satu pembuat kapal penumpang berpengalaman di Eropa.
Sejak dibangun, kapal ini dirancang untuk melayani penumpang dalam jumlah besar antar pulau. Spesifikasi tipe 2.000 pax menegaskan perannya sebagai armada angkutan massal laut.
Wilayah Operasi
KM Nggapulu melayani wilayah Sulawesi Selatan, Maluku, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Sulawesi Tenggara. Lima provinsi itu mencakup banyak pulau yang mengandalkan transportasi laut sebagai penghubung utama.
Dalam operasinya, kapal ini terpantau singgah di 8 pelabuhan. Jumlah pelabuhan singgah itu menunjukkan rute yang cukup panjang dan menyentuh sejumlah titik penting di kawasan timur.
Bagi penumpang yang hendak menyeberang antar pulau di wilayah tersebut, KM Nggapulu menjadi salah satu pilihan yang melayani jalur tersebut.
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Operator | PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) |
| Tipe / kelas | Tipe 2.000 pax |
| Tahun dibuat | 2002 |
| Galangan pembuat | Meyer Werft, Papenburg, Jerman |
| Kapasitas penumpang | 2.130 orang |
| Gross tonnage | 14.685 GT |
| Panjang | 146,5 meter |
| Nomor IMO | 9226499 |
| Wilayah operasi | Sulawesi Selatan, Maluku, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Sulawesi Tenggara |
| Pelabuhan singgah terpantau | 8 pelabuhan |
KM Nggapulu tetap menjadi salah satu armada andalan PELNI di kawasan timur Indonesia. Dengan kapasitas besar dan rute yang menyentuh lima provinsi, kapal ini berperan penting menghubungkan pulau-pulau di wilayah tersebut.