SUARARAKYAT.CO — Seorang wanita lanjut usia tewas setelah terjebak kobaran api yang membakar lahan jati di belakang permukiman warga Desa Sampung, Kabupaten Ponorogo. Korban tengah mengumpulkan kayu bakar di area ladang saat api mendadak membesar dan mengepung dirinya. Luka bakar yang mencapai 70 persen membuat nyawanya tidak tertolong meski sempat dilarikan ke puskesmas.
Peristiwa nahas berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB di Dukuh Sampung Lor. Korban tidak menyadari pergerakan cepat api yang datang dari arah ladang dan langsung mengepung lokasi tempatnya beraktivitas.
Kepulan asap tebal memicu kepanikan Tumiran, suami korban. Begitu melihat lahan di belakang rumah terbakar, ia bergegas melakukan pencarian mandiri.
Korban Ditemukan Terjatuh di Tengah Api
Tumiran menemukan istrinya sudah dalam kondisi terjatuh dan tak berdaya di tengah hamparan api. Warga sekitar kemudian melakukan upaya penyelamatan dramatis untuk menarik korban dari jepitan api.
Korban berhasil dievakuasi dan langsung dilarikan ke puskesmas terdekat. Namun, kondisi luka bakar yang parah membuat nyawanya tidak dapat diselamatkan saat menjalani perawatan medis.
"Tumiran langsung mencari istrinya begitu melihat lahan di belakang rumah terbakar. Korban ditemukan dalam kondisi terjatuh dan sudah terkepung api," ujar Kapolsek Sampung, AKP Agus Suprianto.
"Namun, parahnya luka bakar yang mencapai 70 persen membuat nyawa korban tidak dapat diselamatkan saat menjalani perawatan medis," tambahnya.
Polisi Selidiki Penyebab Munculnya Api
Aparat Kepolisian Sektor Sampung telah mengamankan tempat kejadian perkara. Langkah ini dilakukan untuk memetakan titik awal serta menyelidiki penyebab pasti munculnya api.
Jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga. Korban dimakamkan di pemakaman umum desa setempat.
Imbauan Waspada di Musim Kemarau
Kepolisian mengimbau warga untuk ekstra waspada terhadap potensi kebakaran lahan. Warga diminta menghindari aktivitas pembersihan lahan dengan cara membakar.
Cuaca terik dan tingginya potensi kebakaran pada musim kemarau menjadi faktor risiko utama. Insiden ini menjadi peringatan keras bagi warga yang masih menggunakan metode bakar untuk membuka lahan.
Kebakaran hutan jati di kawasan permukiman tidak hanya mengancam keselamatan jiwa. Asap tebal juga berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan warga sekitar dan merusak ekosistem lahan produktif.