KAI Siapkan Rangkaian Tambahan Usai 496 Ribu Tiket Lebaran Terjual

Selasa, 10 Februari 2026 | 11:59:01 WIB
KAI Siapkan Rangkaian Tambahan Usai 496 Ribu Tiket Lebaran Terjual

JAKARTA - Geliat mudik menyambut Idul Fitri 2026 mulai terasa seiring dengan dibukanya keran pemesanan tiket kereta api oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero). Antusiasme masyarakat yang tinggi terlihat dari lonjakan angka penjualan yang menyentuh ratusan ribu kursi hanya dalam beberapa pekan setelah periode pemesanan dibuka. Mengantisipasi tren yang terus menanjak, KAI kini tengah mematangkan strategi operasional, termasuk penyiapan armada tambahan demi memastikan tidak ada calon pemudik yang tertinggal.

Hingga data terakhir yang dihimpun pada Kamis pukul 10.00 WIB, tercatat sebanyak 496.967 tiket telah ludes terjual untuk periode keberangkatan antara 11 Maret hingga 22 Maret 2026. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, memprediksi bahwa jumlah ini akan terus membengkak mengingat proses penjualan masih berjalan dengan skema pemesanan H-45.

Analisis Puncak Arus Mudik dan Distribusi Penumpang

Berdasarkan pergerakan data pemesanan, titik puncak arus mudik diprediksi akan terjadi pada H-3 dan H-2 Lebaran. Masyarakat tampaknya memilih waktu tersebut sebagai momen ideal untuk memulai perjalanan ke kampung halaman. Secara mendalam, pada H-3 Lebaran atau 18 Maret 2026, sebanyak 58.430 tiket sudah dipesan oleh pelanggan.

Lonjakan semakin terasa pada H-2 Lebaran atau 19 Maret 2026, di mana angka penjualan mencapai puncaknya di angka 60.577 kursi. Sementara itu, untuk keberangkatan H-1 Lebaran (20 Maret 2026), tercatat sebanyak 47.490 tiket telah diamankan penumpang. Memasuki hari H1 Lebaran atau 21 Maret 2026, volume penjualan berada di angka 41.228 tiket, disusul oleh keberangkatan H2 Lebaran pada 22 Maret 2026 dengan total 39.802 tiket.

Strategi Penambahan Armada dan Penguatan Fasilitas Sarana

Menyadari besarnya beban trafik pada tanggal-tanggal favorit tersebut, KAI mengambil langkah proaktif dengan merencanakan operasional rangkaian kereta tambahan. Langkah ini merupakan bagian dari finalisasi strategi besar Angkutan Lebaran 2026. “Rencana pengoperasian KA tambahan akan diumumkan setelah proses finalisasi,” ujar Anne Purba dalam keterangannya yang dirilis pada Jumat.

Selain fokus pada penambahan jumlah perjalanan, KAI juga tidak mengabaikan aspek keselamatan. Pemeriksaan menyeluruh atau ramp check dilakukan secara intensif terhadap seluruh aset sarana perkeretaapian. Mulai dari kehandalan mesin lokomotif hingga kenyamanan interior rangkaian kereta, semua diperiksa guna memastikan layanan tetap berada dalam kondisi prima saat melayani lonjakan penumpang pada puncak mudik dan balik nantinya.

Keamanan Sistem Ticketing dan Digitalisasi Boarding

Dalam upaya meminimalisir praktik percaloan dan penipuan, KAI terus memperketat sistem penjualan tiket. Mekanisme yang diterapkan mewajibkan setiap calon penumpang menggunakan identitas asli yang divalidasi dengan ketentuan satu identitas untuk satu nama. Langkah perlindungan konsumen ini juga diperkuat di lapangan dengan implementasi teknologi face recognition saat proses boarding di stasiun-stasiun besar.

Masyarakat sangat disarankan untuk hanya bertransaksi melalui kanal resmi milik perusahaan, seperti aplikasi Access by KAI, situs booking.kai.id, atau mitra Online Travel Agent (OTA) resmi lainnya. Selain keamanan, KAI juga menjaga asas keadilan bagi publik dengan membatasi alokasi tiket rombongan maksimal hanya 10 persen dari total kapasitas tempat duduk. Hal ini bertujuan agar masyarakat umum memiliki peluang yang setara dalam memperebutkan tiket kereta api selama periode sibuk tersebut.

Prioritas Program Mudik Gratis dan Layanan Terintegrasi

Di sisi lain, KAI memberikan komitmen penuh terhadap program sosial yang dicanangkan oleh Pemerintah dan berbagai instansi lainnya. Prioritas alokasi tempat duduk tetap diberikan kepada peserta program mudik gratis, sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap kelancaran mobilitas masyarakat secara nasional.

Penerapan skema penjualan H-45 diharapkan memberikan ruang bernapas bagi pelanggan untuk merencanakan perjalanan jauh-jauh hari. Bagi mereka yang belum mendapatkan tiket di tanggal favorit, Anne menekankan bahwa tiket untuk tanggal-tanggal alternatif di sekitar periode Lebaran masih tersedia dan dapat dimanfaatkan.

Dengan dedikasi seluruh jajaran KAI Group, fokus utama tahun ini tetap pada tiga pilar utama: ketertiban, keamanan, dan kenyamanan. "Kami ingin memastikan perjalanan mudik Lebaran 2026 dengan kereta api berlangsung tertib, aman, dan memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman bagi masyarakat," tutup Anne.

Terkini