BMKG

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia Akibat Eks-Siklon

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia Akibat Eks-Siklon
BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia Akibat Eks-Siklon

JAKARTA - Perubahan kondisi cuaca di berbagai wilayah Indonesia kembali menjadi perhatian seiring meningkatnya aktivitas atmosfer di kawasan regional. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan beberapa daerah berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Fenomena ini dipicu oleh pengaruh eks-siklon tropis yang masih aktif di sekitar wilayah Pasifik serta dinamika atmosfer lainnya yang turut memengaruhi pembentukan awan hujan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan peluang terjadinya hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia.

Masyarakat di berbagai daerah diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Selain memengaruhi aktivitas harian, curah hujan tinggi juga berpotensi menimbulkan dampak lanjutan seperti genangan air atau gangguan mobilitas di beberapa wilayah.

Eks-Siklon Tropis Nuri Terpantau di Pasifik Utara Papua

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat akibat pengaruh eks-siklon tropis Nuri dan aktivitas atmosfer lainnya di kawasan regional.

Prakirawan BMKG Nazmi dalam siaran daring diikuti di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa eks-siklon tropis Nuri terpantau berada di Samudera Pasifik bagian utara Papua dengan kecepatan angin maksimum sekitar 25 knot dan tekanan udara minimum 1003 hektopascal.

Sistem tersebut dilaporkan bergerak ke arah timur hingga timur laut dan dalam 48 hingga 72 jam ke depan diperkirakan memiliki kecepatan angin berkisar 20-25 knot dengan tekanan minimum sekitar 1.002 hektopascal.

Keberadaan eks-siklon tropis Nuri, menurut dia, menginduksi terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di Samudera Pasifik utara Papua yang meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah sekitarnya.

Pengaruh Sistem Tekanan Rendah di Australia

Selain pengaruh eks-siklon tropis, BMKG juga memantau adanya aktivitas atmosfer lain yang turut memengaruhi kondisi cuaca di wilayah Indonesia.

BMKG juga memantau adanya daerah tekanan rendah di daratan Australia bagian utara yang memicu terbentuknya aliran angin lapisan bawah atau low level jet dari Laut Arafuru hingga pesisir utara Australia.

Kondisi tersebut memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di samudera di selatan Pulau Timor yang turut meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian timur.

Dinamika atmosfer ini menjadi salah satu faktor yang memperkuat peluang terjadinya hujan di berbagai wilayah, terutama di kawasan yang berada dekat dengan pusat pembentukan awan hujan.

Wilayah Berpotensi Mengalami Hujan Lebat

BMKG memprakirakan potensi hujan lebat hingga sangat lebat dapat terjadi di Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua Pegunungan.

Selain itu, sejumlah kota besar di Indonesia juga diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas yang bervariasi. Beberapa wilayah bahkan berpotensi mengalami hujan yang disertai dengan petir.

Kota-kota yang diprakirakan mengalami hujan disertai petir antara lain Tanjung Pinang, Tanjung Selor, Banjarmasin, dan Manado.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dinamika cuaca yang terjadi saat ini cukup aktif sehingga memengaruhi wilayah yang cukup luas di Indonesia.

Prakiraan Cuaca di Sejumlah Kota Besar

BMKG juga memprakirakan hujan dengan intensitas ringan akan terjadi di sejumlah kota besar di Indonesia.

Hujan ringan diprakirakan terjadi di sejumlah kota, seperti Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Jambi, Pangkal Pinang, Palembang, Bengkulu, Bandar Lampung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Palangka Raya, Samarinda, Denpasar, Mataram, Mamuju, Palu, Gorontalo, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, dan Jayapura.

Sementara itu, kondisi cuaca berawan diprakirakan terjadi di Serang, Jakarta, dan Pontianak. Adapun kondisi udara kabur diprakirakan terjadi di wilayah Bandung.

Dengan berbagai potensi kondisi cuaca tersebut, masyarakat diharapkan tetap memantau perkembangan informasi prakiraan cuaca dari BMKG. Informasi yang diperbarui secara berkala dapat membantu masyarakat mengantisipasi perubahan cuaca serta menyesuaikan aktivitas sehari-hari agar tetap aman dan nyaman.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index